Briket Arang Batok Kelapa Senilai Rp2,7 M Diekspor Ke Tiga Negara

Sementara itu, dari whole nilai ekspor kelapa Indonesia tahun 2019 yang sebesar US$ 2,17 miliar, ekspor olahan daging kelapa merupakan terbesar yakni US$ 663,eight juta, olahan tempurung kelapa US$ 209,6 juta, olahan air kelapa US$ 35,3 juta dan olahan sabut US$ 12,6 juta. Dalam memulai usaha briket arang ini, Istikanah mengaku hanya menggunakan modal dengkul karena dia menjadi calo dan mengambil produk dari orang lain. Sampai akhirnya dia bisa mendapatkan pendanaan dari bank untuk pengembangan bisnisnya. Sekarang setiap bulan Istikanah bisa mengirimkan 7-8 kontainer setiap harinya.

Arang tempurung dibentuk dan dicetak dengan mesin pencetak sesuai kebutuhan pasar. Setelah dicetak, produk arang itu pun masih harus dipanaskan dalam mesin pemanas. Volume produksi arang tempurung PT GCI saat ini mencapai 300 ton per bulan. “Selain Turki, Kaya Sinerji saat ini sudah menerima permintaan produk briket arang kelapa untuk dikirim ke Bosnia, Albania, Rusia, Prancis dan Amerika Serikat,” ujar Tufan Algivari.

EKspor arang kelapa

Berdasarkan data performa ekspor tersebut di atas, diketahui terdapat beberapa produk kelapa yang menjadi prospek dalam pasar ekspor. Selanjutnya, kita akan membahas hanya produk olahan kelapa yang sangat prospek untuk digarap oleh industri kecil, yang tidak membutuhkan mesin dan teknologi tinggi dan volume besar tapi diapresiasi tinggi sekali oleh pasar ekspor. Tapi perlu diingat, bahwa tidak semua produk kelapa ini berpotensi untuk diekspor. Ini dikarenakan jumlah konsumsi yang sudah sangat tinggi terhadap beberapa produk kelapa, khususnya untuk bahan memasak. Kita perlu melihat produk kelapa apa saja yang memiliki kapasitas berlebih serta nilai apresiasi tinggi di pasar ekspor. Potensi ekspor arang kelapa produksi Indonesia sangat besar, kualitasnya merupakan yang terbaik di dunia.

Ekspor briket batok kelapa dari Provinsi Jawa Tengah mengalami peningkatan hingga 50 persen selama pandemi COVID-19. Asep menjelaskan, permintaan briket tempurung kelapa dari luar negeri sangatlah tinggi. Hal ini disebabkan, briket banyak digunakan untuk barbeku dan shisha. Khusus untuk shisha, penggunaan briket tempurung kelapa dinilai memiliki kualitas yang baik dibanding briket lainnya. Kompor digunakan untuk memasak, gas digunakan untuk menghidupkan api di kompor. Apabila terdapat kompor tetapi tidak terdapat gasoline, maka kit tidak dapat memasak karena tidak memiliki bahan bakar.

Pada masa pandemi covid-19, akselerasi ekspor Indonesia sektor pertanian cukup menggembirakan. Hal ini terlihat dari peningkatan kontribusi pada produk domestik bruto triwulan III yang meningkat sebesar Rp571,87 triliun, atau 14,sixty eight persen. Jika tidak mencantumkan ”buatan Indonesia”, pihak PT GCI membatalkan pemesanan.

Bahkan, ia mencoba mencari informasi ke luar negeri, antara lain ke India dan Korea, tentang pembuatan karbon aktif. Asep Jembar Mulyana, Direktur Utama PT Tom Cococha Indonesia , membenarkan potensi besar briket arang kelapa itu. Sejak mulai membangun TCI yang berlokasi di Tajurhalang, Bogor, 20 tahun lalu , Asep mengaku mengenali produk komoditas ini dengan sangat baik.

Meskipun saat ini SNI mengeluarkan sertifikasi organik, sayangnya ini belum diakui secara internasional, sehingga eksportir produk organik harus memproses sertifikasi organik melalui badan-badan sertifikasi yang diakui oleh negara tujuan ekspor. Kami akan menjamin Memproduksi pesanan anda berkualitas standar Ekspor. Setiap negara punya memiliki Character Taste dan Kebutuhan briket arang tempurung kelapa yang berbeda. Kami dengan pengalaman lebih dari 10 tahun bekerjasama dengan Perusahaan Pabrik Asing. Ia berharap pemerintah bisa membantu dengan mengeluarkan regulasi agar ada jaminan ketersediaan bahan baku.

Konsul Jenderal Indonesia di Istanbul, Imam As’ari, menyambut baik berhasilnya produk Indonesia melakukan penetrasi ke pasar Turki, terutama di tengah pandemi world Covid-19 yang melanda seluruh dunia. Bisnis.com, JAKARTA – Di tengah pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia tak menyurutkan semangat pengusaha asal Indonesia untuk menembus pasar ekspor. “Pandemi justru jadi berkah karena banyak kafe tutup, jadi masyarakat banyak yang beraktivitas di rumah. Ini yang membuat pesanan bertambah banyak. Dalam sebulan saja, omzet saya bisa mencapai Rp3,5 miliar,” ujarnya. “Potensi limbah yang ada di Indonesia harus dimanfaatkan dengan baik untuk dapat meningkatkan nama baik Indonesia di dunia, salah satunya kelapa Indonesia yang melimpah limbahnya belum termanfaatkan dengan baik seperti tempurung dan sabutnya,” papar Asep.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *