Bisnis Bersama Teman Menjadi Mudah Dengan Cara Ini

Gambar 6.1 berikut mengilustrasikan penggolongan jenis subjek pajak yang berlaku secara umum. Kategori subjek pajak digunakan untuk mengatur tarif pajak dan untuk tujuan internasional, seperti yurisdiksi pemajakan. UU PPh umumnya mengkategorikan subjek pajak berdasarkan jenis individual atau entitas dominan yang diatur dalam ketentuan domestik, yaitu orang pribadi, perusahaan, dan kemitraan .

PPh terutang akan dihitung dengan menerapkan tarif yang berlaku terhadap jumlah penghasilan kotor yang diperoleh wajib pajak tanpa adanya pengurangan atas biaya-biaya terkait dengan penghasilan tersebut. Besarnya tarif maksimum atas penghasilan investasi pasif yang dikenai pemotongan/pemungutan PPh last adalah 20%. Tarif ini berlaku bagi subjek pajak dalam negeri dan subjek pajak luar negeri yang melakukan kegiatan usaha di Filipina. Sementara itu, bagi subjek pajak luar negeri yang tidak melakukan kegiatan usaha di Filipina, tarif pemotongan/pemungutan PPh ultimate atas penghasilan investasi pasif berlaku tarif tetap sebesar 25%. Berdasarkan sistem scheduler taxation yang berlandaskan pada prinsip sumber, PPh dikenakan atas suatu penghasilan atau keuntungan hanya jika terdapat ketentuan khusus yang mengenakan pajak atas penghasilan atau keuntungan tersebut.

Kedua prinsip dasar di atas memperlihatkan bahwa tidak semua biaya yang dikeluarkan oleh wajib pajak dapat menjadi pengurang penghasilan bruto dalam menghitung besarnya penghasilan neto. Tentunya, terdapat prinsip-prinsip umum dalam menetapkan biaya apa saja yang diperbolehkan menjadi pengurang penghasilan bruto. Selanjutnya, Pasal 3 ayat Ordonansi Pajak Perseroan 1925 juga menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan laba sebagai objek pajak perseroan adalah jumlah keuntungan bersih yang diperoleh, dengan nama dan dalam bentuk apapun, dari perusahaan dan dari modal yang digunakan di luar perusahaan. Selain itu, dalam Pasal 3 ayat juga menyebutkan bahwa pengertian laba juga termasuk keuntungan dari pengopersian alat perusahaan yang menurut tujuan semula tidak untuk dijual atau dialihkan. Ketentuan umum di atas tidak berlaku apabila penghasilan yang bersumber dari AS tersebut diklasifikasikan sebagai penghasilan investasi atau dikenal dengan istilah fastened or determinable, annual or periodic revenue.

Sementara itu, ilustrasi penerapan sistem pajak worldwide dapat dilihat melalui Gambar three.three berikut. Terlepas dari alasan yang dikemukakan oleh Mullins di atas, pemahaman mengenai konsep sistem pajak internasional worldwide dan territorial sangat penting untuk dimiliki. Terutama bagi negara yang sedang dalam proses “memilih” desain pajak atau sedang mempertimbangkan untuk mengubah sistem pajak yang selama ini diterapkan. Konsep, implikasi dari masing-masing sistem pajak, serta bagaimana interaksi dari sistem pajak suatu negara dengan sistem pajak negara lainnya juga perlu ditelaah lebih lanjut.Dengan demikian, suatu negara dapat menghasilkan desain pajak yang sesuai dengan tujuan dan sasaran yang hendak dicapai.

Hal yang diperhatikan untuk mencegah pecah kongsi

Lebih lanjut, oleh Avi-Yonah, Sartori, dan Omri Marian, subjek pajak disebut juga dengan istilah unit pembayar pajak . Unit pembayar pajak terdiri dari orang pribadi, pasangan yang menikah, keluarga, entitas bisnis, dan sebagainya, yang memperoleh penghasilan kena pajak. Unit pembayar pajak berkewajiban untuk membayar pajak dan menyetorkan pajak yang terutang kepada otoritas pajak. Dividen di tingkat pemegang saham dipungut dengan tarif pajak yang bersifat final. Sistem pemajakan perseroan Belgia adalah sistem klasikal yang dimodifikasi dengan penerapan pembebasan pajak atas dividen partisipasi yang dipegang oleh pemegang saham perusahaan dan pengurangan tarif untuk dividen partisipasi yang dimiliki oleh pemegang saham perorangan. Adanya sifat ultimate ini juga menyebabkan pajak yang sudah dipotong oleh pihak ketiga tidak dapat dijadikan sebagai kredit pajak.

Sebaliknya, wajib pajak tidak dapat menggunakan biaya-biaya ilegal untuk mengurangi jumlah pajaknya. Hal ini diperlukan juga dalam rangka terwujudnya persaingan yang sehat di antara sesama pelaku bisnis. Walaupun di sisi lain, akan memberikan efek terhadap peningkatan jumlah pajak terutang karena biaya ilegal dan biaya dari praktik kegiatan ilegal akan dikoreksi positif biayanya, tetapi hal itu bukan tujuan yang paling utama. Secara teori, semua biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh penghasilan usaha dapat menjadi pengurang penghasilan bruto. Burns dan Krever dalam tulisannya yang berjudul “Taxation of Income from Business and Investment” menjelaskan bahwa meskipun suatu biaya dikeluarkan dalam konteks kegiatan usaha, biaya tersebut tidak dapat menjadi pengurang penghasilan bruto apabila memenuhi salah satu dari kategori berikut. Akibat dari kedua faktor di atas, terdapat perbedaan penerapan biaya pengurang penghasilan bruto untuk karyawan antara satu negara dengan negara lainnya.

Alternatif lainnya, apabila pemerintah ingin mencapai prinsip netralitas pernikahan sehingga hubungan pernikahan tidak memiliki pengaruh terhadap pajak, pemerintah dianjurkan untuk memilih mannequin orang pribadi sebagai unit pembayar pajaknya. Berikut ilustrasi kombinasi beban pajak dalam sistem pisah tarif dengan menggunakan contoh pada Tabel 5.2 di atas. Diasumsikan bahwa laba perseroan yang dibagikan sebagai dividen dikenakan pajak yang lebih rendah daripada laba yang tidak dibagi. Misal, dividen dikenakan pajak dengan tarif 15% dan laba yang tidak dibagi dikenakan pajak dengan tarif 25%. Untuk mendapatkan gambaran yang lengkap tentang bentuk-bentuk pemajakan atas perseroan, berikut penjelasan dari masing-masing hubungan antara pemajakan atas perseroan dengan orang pribadi sebagai pemegang sahamnya serta ilustrasi perhitungannya. Berdasarkan penjelasan di atas, berikut tabel yang memperlihatkan perbedaan antara sistem pengenaan pajak berdasarkan world taxation dan schedular taxation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *